Hadirnya Lontar LestariĀ ini terinspirasi dari salah satu acara televisi dimana di acara tersebut beberapa resep rahasia keluarga dicoba untuk dimasukan ke dalam menu restoran. Kemudian orang-orang mencicipi dan menentukan resep keluarga mana yang pantas untuk masuk di menu restoran tersebut.

Begitu pula dengan Lontar Lestari dimana dorongan untuk berbagi rasa dari resep rahasia keluarga yang sayang jika hanya dinikmati oleh kami saja. Atas pertimbangan itulah kami memberanikan diri untuk membaginya kepada teman-teman.

Istilah kue Lontar sendiri lebih umum didengar di kawasan Indonesia Timur sana, di jawa sendiri mungkin lebih umum dengan sebutan Pie Susu. Secara sekilas kasat mata memang mirip.

Berdasarkan sejarahnya kami menduga istilah Lontar terkait dengan sejarah Indonesia dengan Belanda. Dalam kuliner Belanda disebutkan ada namanya Rontart atau kue bundar dalam Bahasa Indonesia. Mungkin karena pengucapan Rontart itu susah sehingga orang Indonesia membuatnya lebih mudah dengan istilah Lontar.

Diluar sana tidak sedikit juga yang menjual Pie Susu atau yang sejenis. Namun dengan resep rahasia keluarga dimana komposisi dan proses sangat berperan penting menentukan hasil akhir maka tentu saja Lontar Lestari punya keistimewaan tersendiri. Beda tangan beda rasa, begitulah kira-kira sehingga membuat kami berani berbagi hasil akhir dari resep ini.

Lestari sendiri kami ambil sebagai penghormatan kami kepada Mama Kami yang setelah ratusan kali mencoba resep sampai akhirnya menemukan resep yang paling pas untuk semua orang.